Assalammualaikum w.b.t
Alhamdulillah,segala puji untuk-Nya yang memberiku peluang bernafas sehari lagi di atas muka bumi-Nya.
'pandai anak ummi ni' katanya sambil mengusap-usap kepala anaknya. lalu kanak-kanak kecil itu tersenyum gembira dan bangga mendengar pujian dari umminya.
Alhamdulillah,segala puji untuk-Nya yang memberiku peluang bernafas sehari lagi di atas muka bumi-Nya.
'pandai anak ummi ni' katanya sambil mengusap-usap kepala anaknya. lalu kanak-kanak kecil itu tersenyum gembira dan bangga mendengar pujian dari umminya.
***
puji-pujian itu sungguh menyenangkan. lebih-lebih lagi sekiranya datang dari orang yang turut menyenangkan. ia boleh mendatangkan rasa cinta, menerbitkan rasa kasih & sayang malah mewujudkan rasa semangat.
puji-pujian itu manis. manis seperti gula.
tetapi kalau terlalu banyak gula, silap-silap, ia memudaratkan. mendatangkan penyakit. kencing manis atau diabetes contohnya.
hati manusia cepat tergeletek. cepat dilambung ke awangan kalau puji-pujian telah melebihi keperluan. ketika ini, puji-pujian tidak lagi menjadi pemangkin atau pembakar semangat. tetapi sedikit sebanyak telah membantutkan dan menggencatkan perjalanan kita.
terlalu banyak puji-pujian menyebabkan kita kehilangan peluang untuk saling menasihati atau saling menegur.
"hubungan yang terlalu dekat akan menyulitkan kita berkata 'tidak' kepada ikhwah. sementara hubungan yang berjarak, hanya akan menyimpan 'bom waktu' yang sewaktu-waktu dapat meledak.
oleh sebab itu, salah satu upaya pengendalian fikrah infiradhiyyah adalah menjaga dan menemukan jarak hubungan yang ideal ; tidak terlalu dekat hingga menyulitkan hubungan dan tidak pula terlampau berjarak."
-Sudahkah Kita Tarbiyyah? -Refleksi Seorang Mutarabbi ; Bab Individualism ; Eko Novianto.
sedangkan Allah menganjurkan hamba-Nya untuk saling mengingati dan berpesan supaya tidak berada di dalam kerugian : wa tawa saubil haq , wa tawa saubil sobr.
situasi akan bertambah-tambah buruk tatkala kita disajikan puji-pujian yang melampau apabila kita merasa kecukupan dan cepat puas hati. lebih-lebih lagi, berada di atas jalan da'ie, tugas kita adalah sebagai penyampai peringatan. apakah kita merasa kita sudah cukup baik?
suatu hari Aisyah r.a. ditanya,
"Bilakah saya mengetahui saya telah berbuat baik?" jawab Aisyah, "Pabila kamu merasa belum baik." lalu ditanya lagi, "Bilakah saya mengetahui saya berlaku buruk?" jawab Aisyah "Jika kamu merasa kamu SUDAH baik."
bacaan tambahan :
http://halaqahborneo.blogspot.com/2010/06/jangan-pernah-terlena-dengan-statusmu.html
na'udzubillah.. na'udzubillah.. wallahualam.
No comments:
Post a Comment