June 24, 2010

lima puluh lima : memujuk hati untuk bersabar.

Assalammualaikum w.b.t


Alhamdulillah,segala puji untuk-Nya yang memberiku peluang bernafas sehari lagi di atas muka bumi-Nya.



"Dan manusia (seringkali) berdo'a untuk kejahatan sebagaimana (biasanya) dia berdo'a untuk kebaikan. Dan memang manusia bersifat tergesa-gesa." Al-Isra' [17 : 11]


manusia memang sifatnya tergesa-gesa. pantang berusaha hari ini, esok sudah mahu lihat hasilnya. macam doa.


untung nasib, kalau masih tidak muncul sebarang dua tiga hari apa-apa hasil, pantas, hati-hati kita cepat kecewa.


'doa aku tak termakbul. aku jahat sangat kot.'


hai kawan-kawan. hati-hati, jangan tersilap kata. ini bicara antara kita dengan Tuhan. kenapa mudah sungguh su'uzon (berburuk sangka) sama Ar-Rahman & Ar-Rahim?


ambil janji Tuhan ini : SEMUA doa kita akan tertunai. mungkin caranya saja yang berlainan. tapi tidak kira dari mana jua sisi bentuknya, aku hanya melihat kebaikan dan keuntungan.


jadi kawan, sekiranya doamu tak terbit-terbit hujungnya, yakinlah, Allah menunaikan dalam tiga cara :


1/ sama ada doa kita dimakbulkan terus serta-merta


2/ sama ada doa kita dimakbulkan di akhirat sana


3/ sama ada doa kita diganti dengan sesuatu yang lain tapi sama baiknya


asalkan kau menadah tangan dengan menyertakan hati yang ikhlas, lalu membisikkan doa lewat sujud-sujudmu atau hujung solatmu mahupun bisikan hati sekilas lalu!


dan TIDAK ADA SATU pun doa kita TIDAK termakbul. MasyaAllah, masih butakah hati kita akan kasih sayang-Nya yang melimpah ruah?


insyaAllah, penantian dan pengharapan aku macam ada nampak sinarnya. hanya perlu sabar. sikit lagi, ya. :)





*rujukan hadis


Seperti yang disebutkan oleh baginda Nabi s.a.w. dalam hadith Abi Sa`id al-Khudri, maksudnya:


“Tidak ada seorang muslim pun yang berdo'a dengan sesuatu do'a yang tidak ada di dalamnya dosa atau memutuskan kekeluargaan, melainkan Allah akan beri salah satu dari 3 perkara; sama ada disegerakan untuknya (dimakbulkan di dunia), ataupun disimpan untuknya pada hari akhirat (diberi balasan baik pada akhirat), ataupun diselamat dia dari keburukan yang seumpamanya.”


Kata al-Imam al-Syaukani dalam Tuhfah az-Zakirin : Hadith ini riwayatkan oleh al-Imam Ahmad, al-Bazzar, Abu Ya’la, kata al-Munziri: Sanadnya sahih (m.s. 65, cetakan. Lubnan)




wallahualam.

No comments: